Alasan Menikah VS Tidak Menikah


Beberapa alasan Untuk Menikah:
Membuat umur seseorang lebih panjang
Masak sih? Bukannya umur seseorang sudah ditentukan oleh Tuhan ya, no matter what the person marital status is? Well…positive thinking aja deh, menikah berarti adanya seseorang yang perhatian dan akan menjaga serta merawat kita dengan penuh kasih sayang dan cinta he…he…(dankdut ga ya?) Begitupun halnya kita, hidup dengan seseorang yang kita sayang dan cintai kalo bisa kan untuk selama mungkin, dan sekonyong-konyong menjaga kesehatan diripun menjadi sesuatu hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Meningkatkan pendapatan
Iya dunk…..khususnya bagi seorang pria, memutuskan untuk menikah berarti bertanggungjawab untuk menafkahi (lahir batin) istrinya, apalagi kalo berbicara tentang keinginan untuk mempunyai keturunan. Namun, adanya mimpi dan keinginan untuk berkeluarga ini akan memacu semangat untuk bekerja lebih giat demi mendapatkan penghasilan yang lebih besar, tentunya dengan cara yang halal ya, bukan dengan cara yang sesingkat-singkatnya namun hasil yang sebesar-besarnya alias korupsi he..he….bagaimanapun kita tidak ingin menafkahi keluarga dengan hasil yang tidak halal kan? Bukan hanya itu, dengan menikah dan berkeluarga maka kemungkinan pengeluaran yang tidak perlupun dapat lebih terkontrol.

Mempunyai keturunan dunkkkk
Technically, we don't need to be married to have a family. But even in this more modern world, marriage is still the standard method for starting a family. Being a father and a mother is a dimension of man/womanhood that just about every man/woman wants to experience, and marriage is the most stable and secure environment in which to start a family.

Mempunyai seseorang untuk menemani di masa sulit dan masa tua nanti
Kesannya egois banget ya…tapi siapa sih yang mau sendirian di masa sulit? Siapa sih yang mau sendirian di masa tua nanti? Mungkin ada, tapi pasti tidak banyak. Ingat lah bahwa kodratnya manusia itu adalah makhluk social yang tidak bisa lepas dari keinginan untuk mempunyai hubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Mungkin ketika kita masih dalam usia muda, kita mungkin merasa tidak butuh orang lain. “Hm…adanya orang lain malah bikin repot tauuuu, enakan kayak gini aja…ga ada yang ngelarang-larang”, begitu mungkin pendapat kita. Tetapi, seberapa lama sih kita berada dalam masa keemasan kita itu? Semua ada batasnya, semua masa ada akhirnya. .How's being single going to work out for us when we are 60, and have hair in all of the wrong places and no one can stand to look at us? No one to look at us with eyes full of love no matter terrible look we have. Marriage is an investment in our future. Sure, we sacrifice some of our sweet single years, but in exchange we get to make a long-term investment in one person, building a deep, abiding love that has the potential to last a lifetime.

Mendapatkan keuntungan pajak loh he..he..
Dari nilai PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) yang lebih besar sampai paket asuransi keluarga yang dengan nilai lebih kecil tapi dapet proteksi yang maksimal. Mantab kan:)

Dengan menikah, kita mendapatkan sex lebih sering dengan kualitas yang lebih oke punya, dan juga pastinya halal dan lebih aman dunk
Married couples know each other; they have a feel for each others’ bodies and are aware of their partner's fantasies. Consequently, married sex is better than single sex. Further, a long, stable relationship lends itself to sexual experimentation. Admit it; there are things we'd love to try in bed that we've never told anyone because we were afraid of being judged. But in a long-term relationship founded on trust, we can give voice to our innermost desires…wow…..

Membuat kita menjadi seseorang dengan kualitas yang lebih baik
Menikah adalah suatu proses pendewasaan hidup dimana kita dituntut untuk belajar berkorban, bernegosiasi, dan saling memahami. Semua kualitas yang harus dipunyai oleh seseorang yang layak untuk disebut DEWASA. Tidak seperti proses lain dari pembelajaran dan pendewasaan hidup seperti belajar dan bekerja yang biasanya harus kita tempuh dengan perasaan keharusan, tuntutan dan keterpaksaan, tidaklah halnya dengan menikah. Dengan menikah yang mengutamakan kerelaan dan keikhlasan, maka kita dapat menempun proses ini dengan lebih nyaman, lebih menikmati terlebih dalam proses ini kita tidak sendirian loh..tetapi didampingi oleh seseorang yang mempunyai rasa cinta dan kasih sayang yang sama besarnya.

Selain kualitas pribadi yang lebih baik, kita pun dapat menjadi pribadi yang lebih bahagia sebab Tidak ada kebahagiaan dari seorang manusia yang lebih dapat diraih daripada kehidupan berkeluarga dikelilingi orang-orang yang disayangi dan dicintai.


Beberapa alasan Untuk Tidak Menikah:
Membuat kita tambah endut atau tambah kurus
Loh kok bisa??? Ya bisa dunk…bagi sang istri bertambah gemuk karena melahirkan (dan biasanya sih jarang banget yang bisa balik ke berat asal karena metabolism tubuh yang semakin melambat) dan apabila sang suami mendapatkan istri yang maunya serba ngatur sehingga tertekan dan jadi kurus deh he…he…

Too bad you are already married!
Sering banget kan mendengar istilah ini??biasanya kalo lagi kenalan ma cewek/cowok cakep atau kalo lagi hangin out dengan teman-teman ya he..he..

Marriage is expensive
Dari pesta pernikahannya, dan kebutuhan-kebutuhan setelah menikah…..bahkan sampai (jika) kita bercerai he…he…..

Hilangnya spontanitas
Married couples love to tell people they are still spontaneous. It’s like when people tell you they don’t take crap or that they are not someone you want to mess with. They are full of crap. Spontaneous people don’t talk about how spontaneous they are because they are too busy going places and living a full life. Married people have a diluted and compromised idea of spontaneity. They have spontaneous ideas that then involve months of planning, calendar juggling and last minute cancellations that become “we will do that soon.” They’d love to hop a flight for a weekend trip to Bali, but that money would be better spent on the bills or putting money into buying a bigger house.

Kehidupan yang monoton
Menikah berarti berkomitmen (kalo bisa) untuk selamanya. Berkomitmen berarti ada unsur kompromi didalamnya. Sedangkan hidup ini akan lebih indah dinikmati dengan mengambil resiko melakukan hal-hal yang silly dan ready to enjoy all the surprises inside. This is fine so long as we are the only person who suffers from the setbacks. We can’t take chances when another person’s life, money, health, and future are in our hands. That would be a pretty selfish thing to do. Marriage means we’re keeping the best interests of two people in mind during every decision. Dan satu-satunya resiko yang bakal kita tempuh bersama dengan pasangan dalam pernikahan adalah perceraian.

Menikah itu berarti privasi yang hilang
Dari berbagi nama sampai keharusan membagi kamar yang tadi dihuni sendiri, harus melapor kemanapun pergi, apa yang dikerjakan dan jam berapa nanti pulang, harus siap menemani dan tersenyum lebar ke acara-acara keluarga disaat hari libur, harus selalu ingat kebutuhan keluarga adalah yang terpenting sebelum membeli kebutuhan-kebutuhan pribadi adalah sedikit hal yang membuat pernikahan seperti halnya penjajah hak asasi manusia ha..ha...(alpie terlalu mendramatisir yak:)